FilmShowbiz

Cerita Film Petualangan Sherina 2: Sudah Siap Berpetualang bareng Sang Jagoan?

Film Petualangan Sherina 2 resmi diumumkan akhir Oktober 2020 kemarin. Sebagai anak 90an yang seumuran Sherina dan Sadam saat itu, tentu sangat amat menyambut baik film ini. Yang jadi pertanyaan, gimana ceritanya? Apakah Sherina dan Sadam menikah? Atau di antara mereka hanya sekedar persahabatan saja?

Kenapa sekedar persahabatan? Ya karena di film Petualangan Sherina 1 emang bertema persahabatan, bahkan ada theme songnya. Eh tapi kalau dilihat scene di akhir film, pasti inget Sherina pernah mendaratkan ciuman di kening Sadam. Aku yang baru-baru ini nonton lagi di Netflix jadi gemes sendiri.

Alur cerita film Petualangan Sherina ini yang memang emang seru jika dibahas. Saya pernah membaca sebuah diskusi tweet tentang alur cerita film yang dirilis tahun 2000 ini. Yang paling menarik ceritanya (kurang lebih) gini:

Suatu hari Sadam menemui anaknya yang sedang berkemah. Di sana dia nggak sengaja ketemu Sherina yang kebetulan adalah guru dari anak Sadam. Mereka berdua kaget karena udah bertahun-tahun nggak ketemu. Sherina masih belum menikah, sedangkan Sadam adalah duda 1 anak (istrinya meninggal pas ngelahirin anaknya).

Saat jurid malam, terjadi penculikan yang melibatkan anak Sadam. Sherina merasa harus bertanggung jawab. Dia pun nekad berpetualang bersama Sadam menyelamatkan anaknya.

Akhirnya Sadam dan Sherina berhasil menyelamatkan sang anak. Dalam waktu yang sama mereka berdua Jatuh cinta dan menikah, hidup berumah tangga selamanya. Selesai.

Pas baca tweet ini, aku keingetan film Kuch-kuch Hota Hai, ada mirip-miripnya kan? Namun, Mira Lesmana, Riri Riza, Jujur Prananto, Virania Munaf, dan juga Sherina Munaf, selaku penulis skenario, agak nggak mungkin sih bikin cerita yang sesederhana ini. Eh tapi bisa ceritanya sangat sederhana mengingat film ini emang dibikin film keluarga yang bisa disaksikan oleh semua umur. Gimana menurutmu? Kamu bisa kasih opini film Petualangan Sherina 2 ala kamu di kolom komentar, ya!

Pemain dan Kru Film yang Masih Sama

Dalam postingan di akun Instagram resmi @filmpetualangansherina menyebutkan kalau film ini bakal digarap oleh kru film yang sama. Bukan hal yang mustahil juga jika pemainnya masih didominasi oleh pemain lama. Ini bisa jadi ajang mereka reuni setelah 20 tahun lamanya. Emang, ada beberapa pemain lama yang sudah tiada, seperti Pak Ardiwilaga (Alm Didi Petet) atau Kertaradjasa (Alm Djaduk Ferianto). Selain itu, pemainnya Masih aktif di dunia hiburan Indonesia. Mari kita bahas mereka satu per-satu:

Sherina Munaf (Sherina):

Sherina M Darmawan adalah anak yang tomboy, pemberani bak jagoan. Karakternya menarik, selalu penasaran dan nggak gentar dengan apa yang diyakininya. Di luar itu semua, dia sosok teman yang baik dan penyayang. Momen terbaik di film Petualangan Sherina yang sampai sekarang masih terekam jelas adalah pas momen Sherina dengan berani ngelawan Sadam di hari pertamanya bersekolah di tempat yang baru.

Derby Romero (Sadam):

Sadam sebagai anak terakhir, laki-laki satu-satunya sangat mungkin jadi penerus tahta Almarhum Ardiwilaga. Tipe anak nakal kalau lagi di luar rumah doang, ya wajar lah ya. Setelah peristiwa penculikan, sangat mungkin Sadam jadi anak baik yang nurut sama orangtuanya, manjanya jadi berkurang gitu. Sang anak mami mungkin gedhenya bertransformasi menjadi pemuda yang berprestasi dan sukses. Mungkin.

Didi Petet Alm. (Pak Ardiwilaga)

Pengusaha yang sangat kaya raya di Bandung utara, memiliki perkebunan yang luas seluas samudera. Sosok ayah yang mengagumkan, inpiratif dan sangat disegani oleh orang-orang di sekelilingnya. Kesuksesannya jadi bekal anak-anaknya untuk tumbuh jadi lebih baik lagi ke depannya. Sosok Almarhum Didi Petet nggak akan tergantian di sini, entah bagaimana ceritanya nanti di film Petualangan Sherina 2.

Ratna Riantiarno (Ibu Ardiwilaga)

Ibu yang sangat baik dan penyayang pada anak-anaknya, tapi kadang berlebihan dan cenderung overprotective. Ya, namanya juga orangtua, yang sangat overthinking kalo anak-anaknya berulah. Peran seorang ibu yang sangat mencintai anak-anaknya ini memang lekat dengan sosok Ratna Riantiarno, ya kayak di film Love for Sale 2. Sangat disayangkan kalau Bu Ratna Riantiarno ini tidak hadir di film Petualangan Sherina 2.

Mathias Muchus (Pak Darmawan) dan Ucie Nurul (Ibu Darmawan)

Pak Darmawan merupakan agronom lulusan IPB, setahun di Jepang bergelar sarjana pertanian, tapi kerjanya di supermarket. Sementara Ibu Darmawan berprofesi sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengarang lagu.

Setelah berhasil meneliti kerusakan perkebunan milik Pak Ardiwilaga, Pak Darmawan bisa saja menjadi orang kepercayaan Pak Ardiwilaga. Namun jika Pak Darmawan masih berada di bayang-bayang lingkungan kerja tersebut, akan sulit menceritakan bagaimana Sherina dan Sadam berpisah dan bertemu kembali setelah 20 tahun lamanya. Yang ditunggu selanjutnya adalah kontribusi Uci Nurul yang berperan sebagai Ibu Sherina apakah akan mengisi soundtrack lagi di film keduanya ini. Entah gimana nanti ceritanya.

Dewi Hughes (Bu Guru)

Komplotan Penculik: Djaduk Ferianto Alm. (Kertaradjasa), Henidar Amroe (Seus Natasha), Butet Kertaradjasa, Mang Saswi, Yadi Timo

Para tokoh antagonis dalam film ini memang iconic banget. Sebut saja Seus Natasha dengan dandanan ala ibu tiri yang sudah memancarkan kejahatan, lalu ada big bos Kertaradjasa pengusaha yang ambisius, serta komplotan penculik yang agak-agak tulalit. Peran mereka semua dalam film yang pertama tidak bisa tergantikan. Mengenai apakah mereka akan hadir di film kedua, kita tunggu saja, ya!

Lalu, yang bikin saya pribadi merasa ke-recall adalah pas baru sadar kalau Mang Saswi yang kita kenal di Ini Talk Show dulunya pernah bermain di film Sherina sebagai komplotan penculik.

Film Petualangan Sherina versi Animasi

Kejutan manis untuk teman-teman penggemar Petualangan Sherina. Untuk pertama kalinya, Miles akan memproduksi sebuah project animasi: Animasi Petualangan Sherina.

Film animasi ini akan kembali mengisahkan perkenalan pertama Sherina dan Sadam ke penonton anak-anak hari ini dalam bentuk animasi yang menggemaskan. Persiapan film panjang animasi ini mulai digarap sejak bulan Mei 2020 dan sedang memasuki tahap akhir pengembangan desain animasi karakter-karakter yang ada dalam cerita Petualangan Sherina.

Untuk pembuatannya, Miles Animation menggaet studio Langit Animasi di Jakarta sebagai Project Leader yang berkolaborasi dengan Hompimpa Animation dari Surabaya dan Afterlab dari Bandung.

Film Animasi Petualangan Sherina diharapkan akan bisa dinikmati di bioskop pada akhir 2021.

Setting Cerita dengan Kearifan Lokal

Di film pertama Petualangan Sherina berlokasi di Bandung dan sekitarnya. Ini membuat para penonton tentu ingin berkunjung dan meng-eksplore Bandung dan Lembang. Di film karya Mira Lesmana dan Riri Riza ini memang identik dengan setting lokasi khas Indonesia, sebut saja film AADC 2 yang bersetting di Yogyakarta, atau Laskar Pelangi yang bersetting di Belitong. Mira Lesmana dan Riri Riza tak hanya mampu membuat cerita dalam film yang sangat inspiratif, tapi juga menyuguhkan setting lokasi di Indonesia yang menakjubkan.

Ada banyak referensi daerah di Indonesia yang sangat indah, kayak pulau Bawean, Sumba, Malang, Labuan Bajo, Bromo, Wonosobo, Lombok dan lainnya. Kira-kira lokasi film Petualangan Sherina ini di mana ya? Pokoknya tulisan ini akan saya update kalau udah dapat informasi terbaru, ya!

Di Ujung Langit

Sharing is caring. Menulis tentang segala hal yang ada dalam pikiran, Semoga tulisan saya bermanfaat untuk banyak orang. Untuk mengetahui banyak hal tentang saya, silakan klik icon sosial media di bawah ini

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close