Tips & Cara

Cara Membuat Paspor, Mudah & Cepat Banget (Tanpa Calo)

Cara Membuat Paspor Baru Secara Online | Setahun yang lalu, aku pernah berkesempatan untuk pergi ke luar negeri, lebih tepatnya karena ada acara outing kantor ke Kuala Lumpur, yang membuat aku mau gak mau harus bikin paspor. Sebagai anak rantau pasti mikirnya kalau bikin paspor atau mengurus administrasi kayak beginian harus pulang kampung ke daerah asal sesuai KTP.

Nggak kok, itu salah! Sekarang cara membuat paspor itu mudah banget, cepet dan nggak nguras waktu seperti desas-desus selama ini. Oh ya satu lagi, nggak perlu calo, kamu bisa lakukan sendiri tanpa harus cuti kerjaan atau remote. Postingan ini adalah cerita pengalamanku sendiri, jadi insyaAllah akurat.

Dokumen yang Harus Kamu Siapkan

Aku mengumpulkan informasi dari web resmi imigrasi, googling dan tanya temen sana-sini untuk mendapatkan info cara membuat paspor ini. Ternyata langkah pertama yang harus aku lakukan adalah kudu menyiapkan dokumen-dokumen berikut ini:

  1. KTP (asli).
  2. Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah (asli).
  3. Kartu Keluarga (asli).
  4. Surat rekomendasi kantor / Surat keterangan domisili daerah setempat (asli).

Aku sekarang domisili di Jakarta Selatan, sementara KTP-ku masih di Jawa Timur. Kebetulan dokumen-dokumen di atas ada yang nggak aku bawa ke Jakarta dong, jadi aku otomatis harus minta tolong keluarga untuk mengirim dokumen-dokumen tersebut. Kirimnya sih kalau pakai logististik kayak J&T atau JNE gitu lebih aman pake asuransi ya, karena dokumen yang kamu kirimkan kan termasuk dokumen penting.

Setelah paketnya sampai ke tangan, dokumen tersebut harus difoto kopi A4. Termasuk KTP-nya yo, nggak perlu dipotong seukuran KTP-nya, biarin saja A4 gitu.

Surat rekomendasi kantor maksudnya adalah surat keterangan bahwa kamu benar-benar bekerja di perusahaan tersebut, kamu tercatat sebagai karyawannya. Kalau kamu nggak mau ngurusnya, bisa juga minta surat keterangan di RT/RW tempat kamu tinggal sekarang di Jakarta. Lebih repot yang mana coba?

Untuk Akta Kelahiran, jika kamu hilang atau ketelisut entah ke mana, kamu nggak perlu lahir lagi kok buat dapat Akta Kelahiran baru. Kamu bisa ganti ijazah, pasti punya kan? Ijazah itu penting, lho ya.

Download Aplikasi Antrian Paspor

Setelah dokumen sudah siap. Download aplikasi Antrian Paspor di Android dan iOS (gratis). Aplikasi ini gunanya untuk apa sih? Gini lho, setiap hari Kantor Imigrasi hanya membuka kuota pembuatan paspor sekian ratus saja. Aplikasi ini kamu berguna untuk booking antian, mengingat kuotanya terbatas. Jadi, kamu nggak perlu antri dari shubuh gitu lho, kayak yang banyak orang-orang katakan selama ini.

Setelah terdownload, registrasi dulu dengan mengisi data diri seperti nama, nomor KTP, email, nomor hape, password, dan alamat. Yang paling penting, jangan konfirmasi email-nya, ya. Kalau nggak konfirmasi bakal nggak bakal bisa login.

Setelah terdaftar dan bisa login, kamu pantengin tuh aplikasinya. Tenang, nggak perlu setiap hari kok dan nggak sampai begadang kayak pesen tiket kereta buat mudik. Biasanya, pihak Imigrasi-nya membuka antrian setiap Sabtu atau Minggu malam untuk antrian minggu depannya. Kamu bisa pantengin akun sosial media Kantor Imigrasi yang akan kamu kunjungi nanti buat tau pengumuman lengkap kapan dibukanya antriannya.

Setelah ada informasi kalau antrian dibuka, kamu tinggal pilih kantor imigrasi terdekat. Berhubung aku tinggal di Jakarta Selatan, maka yang aku pilih adalah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Kelas I Khusus, jangan lupa Kelas I Khusus, ya!

Pilih jadwal tanggal antrian, waktu (pagi/siang), jumlah pemohon (dan datanya), sesuai yang kamu bisa. Kalau kamu berhasil dapat kuota antrian, ada notifikasi gitu berupa barcode (kode booking antrian) yang harus kamu bawa ke kantor Imigrasi nanti. Versi PDF antrian ini juga bisa kamu print. Kalau nggak mau repot, kamu bisa buka aplikasi-nya nanti atau screenshot barcode-nya.

Datang ke Kantor Imigrasi Terdekat

Nah, setelah dapat kuota antrian dan dokumen pun lengkap, kamu datang saja langsung ke kantor Imigrasi pada jam dan tanggal sesuai yang kamu pilih sebelumnya.

Antri dari jam berapa sih baiknya? Dari pengalamanku, pelayanan baru dibuka pada jam 08.00 WIB, aku sudah berada di sana dari jam 07.00 WIB dan itupun sudah banyak orang yang pada ngantri di waiting room-nya. Tapi, nggak semua antri untuk bikin paspor, kok. Ada juga yang antri untuk keperluan lain kayak pengambilan paspor atau adiministrasi lainnya. Menurutku, kamu datang agak mepet-mepet jam 08.00 WIB juga nggak apa-apa.

Petugas akan memberi tau dan mengarahkan ke tempat pembuatan paspor ke Lantai 2. Di sini, kamu harus mengantri lagi untuk mendapatkan nomor antrian pelayanan. Kayak layanan Customer Service di Bank gitu lho, kan ada nomor antrian kan? Nah, pas ambil antrian, ada petugas khusus yang akan memeriksa kelengkapan dokumenmu. Petugas juga akan scan barcode antrian yang kamu dapatkan dari aplikasi Antrian Paspor untuk mendapatkan nomor antrian pelayanan.

Kalau ternyata ada dokumen yang lupa difoto kopi gimana? Tenang, di sana ada tempat foto kopiannya juga, lho.

Setelah dapat nomor antrian, kamu tinggal menunggu deh sampai nomor kamu dipanggil. Sabar ya, karena ada sistem tersendiri mana yang harus didahulukan. Yang aku denger lewat pengumumannya sih kayak yang berusia 50 tahun ke atas bakal didahulukan, baik banget ya?

Proses Pembuatan Paspor

Ceritanya nomor aku sudah dipanggil. Akupun masuk ke ruangan tempat pembuatan paspor dan menuju meja yang sesuai dengan yang diumumkan. Petugasnya ada dua orang. Satu orang akan memerika kelengkapan dokumennya, dan satu orang lagi akan memfoto kamu serta rekam sidik jari.

Oh ya, di sini aku bikin e-paspor. Petugas akan menanyakan ke kamu kok mau bikin paspor biasa atau e-paspor. Lho memang bedanya apa, Kak? Gampangnya gini, E-paspor ini versi upgrade-nya paspor biasa. Ada kelebihan yang tidak dimiliki pemilik paspor biasa. Salah satunya adalah pembebasan visa untuk para pemilik e-paspor ini. Saat di bandara pun katanya ada antrian khusus untuk e-paspor, jadi lebih cepet gitu. Wajar jika biayanya lebih mahal.

Adapun biaya pembuatan paspor dan proses lama pembuatannya adalah:

  1. Paspor – Rp350.000 selesai dalam 3 hari kerja
  2. E-Paspor – Rp655.000 selesai dalam 7 hari kerja

Sesi wawancara pembuatan paspor nggak serem kok, nggak kayak interview pekerjaan gitu. Mungkin ini lebih ke tanyain hal-hal yang mudah kamu jawab seperti apa keperluan pembuatan paspor, konfirmasi identitas diri kayak yang tertera pada keluarga: itu siapanya kamu, kamu anak ke berapa, tinggalmu di mana sesuai KTP, tanggal lahir berapa, gitu-gitu semacam konfirmasi saja.

Total keseluruhan proses pembuatan paspor ini hanya berkisar 10 – 15 menit saja. Di akhir sesi peremakan data diri dan proses ini, kamu akan diberikan satu lembar Surat Bukti berupa keterangan bahwa kamu telah mengajukan permohonan pembuatan paspor. Periksa kembali apakah data dirimu sudah benar. Dalam surat tersebut ada juga beberapa keterangan kayak Nomor Permohonan dan Kode Bayar yang kamu gunakan pada proses selanjutnya. Kamu simpen dengan baik ya sampai paspor selesai.

Bayar di Bank atau ATM

Langkah terakhir adalah proses pembayaran. Di Kanim Jakarta Selatan ada bank juga, sehingga kamu langsung bisa mengurusnya di sana. Kamu tinggal beri tau satpam yang bertugas apa keperluannya dan satpamnya akan mengarahkan kamu.

Nanti, teller bank akan meminta Kode Bayar yang ada di Surat Bukti dan biaya-nya. Setelah terbayar, ada resi pembayaran lunas yang diserahkan teller. Ini juga harus kamu simpan dengan baik.

Kalau pengalamanku, aku bayarnya di ATM Mandiri karena kebetulan waktu itu Bank-nya lagi ada kendala. Proses pembayaran di ATM juga cukup mudah, semacam kalau kamu melakukan pembayaran tagihan kartu kredit atau listrik. Kamu tinggal pilih pembayaran, negara, paspor, masukkan Kode Bayar dan tertera data tagihan atas namamu. Di akhir proses ini kamu tinggal konfirmasi dengan menekan kode bank (kalau bank Mandiri kodenya angka 1). Aku tau ini juga ada petunjuknya di ATM-nya kok.

Selamat, sebentar lagi kamu sudah punya paspor

Surat Bukti pembuatan paspor dan Resi telah melakukan pembayaran harus kamu simpen, ya. Sampai pada hari pengambilan paspor nanti, dua dokumen ini yang harus kamu bawa.

Kanim Jakarta Selatan juga menyediakan pelayanan nomor Whats App (akun bot) untuk menanyakan apakah paspor-mu sudah bisa diambil atau belum. Caranya hanya dengan mengirim pesan Whats App dengan mengetik Nomor Permohonan yang tercantum dalam Surat Bukti tadi.

whats app

Pada hari H pengambilan di Kanim Jakarta Selatan, kamu tinggal ambil nomor antrian sama seperti saat mengantri proses pembuatan paspor dan menunggu sampai nomormu dipanggil.

Saat mengambil, kamu tinggal menyerahkan dokumen (Surat Bukti Permohonan dan Resi Pembayaran) ke petugas, dan petugas akan menanyakan/mengkonfirmasi data diri. Selesai dah! Alhamdulillah.

Semoga postingan cara membuat paspor ini bermanfaat untuk kamu, ya! Di next postingan nanti, aku akan berbagi cerita lagi tentang cara pembuatan KTP, SIM sampai STNK karena kebetulan dompetku pernah hilang, hahaa… Sip-sip oke!

Di Ujung Langit

Sharing is caring. Menulis tentang segala hal yang ada dalam pikiran, Semoga tulisan saya bermanfaat untuk banyak orang. Untuk mengetahui banyak hal tentang saya, silakan klik icon sosial media di bawah ini

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close